Rabu, 28 Juni 2017

Catatan Mata -Untuk Tidara-

Mungkin jutaan manusia lupa
Cahaya
Menggambar
Memori jadi cabar yang berkabar.

Saatnya rasa menghidupkan
yang terlewatkan

Di situ pergolakan lensa kehidupan
Bangunkan kehendak angan
Jangan terpenjara kegelapan
Walau hitamnya siluet
Ada kisah yang mengaret...

Sungguh, dunia adalah cahaya           dan bayang
Sebagaimana mata menerjang
Cerita yang berkesudahan

Kau pun terbang mengenang
Di belakang kamera tua yang kau gemgam..

Seperti anak kecil berlari kencang
Atau duduk di tengah keramain..


Idra Faudu, Yogya 29 Juni 2017

Senin, 05 Juni 2017

Menjala puisi II

Adalah cinta, seorang mama kukur kelapa
meremas rasa kedalam kuah santan
menabur wangi cengkeh dan pala di belanga.

adalah rindu, mama menata kayu di tungku mulutnya toreba anak haruslah cekatan
jangan di rebus zaman.

adalah cinta,seorang papa menjala asa
di ujung tanjung pamali sana.
Saat senja telah di telan bulan
Papa menuju teras kampung
sisakan jejak puisi di pasir putih 
membawa pulang kena buga.


Ider, yogyakarta 2017.

Selasa, 30 Mei 2017

Menjala puisi l

Aku ingin menjala  ombak
Sebab arus yang sesak
ada hempasan aroma ibu memasak
Aku ingin menjala ombak
Sebab ada bayang ayah dan sampan yang kabarnya belum retak.
Aku ingin menjala ombak
Dan puisi yang belum sempat terungkap

Minggu, 01 Januari 2017

reinkarnasi puisi pertemuan mahasiswa



Sebelum kembang api membakar langit
kutitipkan
Sederet barisan reinkarnasi puisi pertemuan mahasiswa mu rendra..
Sungguh Anak tani menaruh harapan saat duduk di kursi perkuliahan
Kini ia temui  kesesatan pendidikan dari domba-domba menanam penderitaan
Anak buruh tak mampu bayar semesteran
Domba-domba berseru:selamat datang di universitas sirkuitnya perlombaan
Kekayaan, pakaian, kerdilnya pemikiran dan kepatuhan
Adalah syarat masuk perhelatan
Di catwalk Pendidikan berjalan  yang tak lagi memanusiakan
 muslihat tetorial menumpuk kekayaan yang harus di gaungkan
Demikianlah kini wajah universitas
Di zaman perdagangan bebas tanpa batas..

Garang mukamu pada masa itu
Kau berseru
kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
lantas kini pendidik menjawab
mahasiswa didik untuk jadi pemerintahan yang bobrok dan jadi pekerja perusahaan
yang kerjanya merampas tanah dan menghisap tenaga manusia tanpa rasa keadilan
ilmu  ilmu diajarkan disini
akan menjadi alat pembebasan
ataukah alat penindasan ?
para kawanan dosen menjawab
ilmu tindas-menindas
ala adam smith yang kami ajarkan
moral liberalisme Destutt de Tracy  yang kami budayakan
agar kelak mahasiswa memakai jas
siap menindas
dan melayani penindas..

 gigil malam ini
ingin ku berbisik padamu rendra..
telah tumbuh percikan api amarah
kesadaranya tak bisa di lipat seperti diktat
dan perlawanannya  tak akan pudar
dihadapan fasisnya mereka tak gentar

   

Jumat, 11 November 2016

Sketsa kampung

Seorang anak perempuan pulang dari kebun.tampak kejahuan lorong belukar di tepi gunung
ia mengendong saloi penuh sayur dan singkong.Menuju rumah waktu grimis mengikis pasir putih.Ia hilang di antara puluhan kepala bunyi kaki menyisir pasir yang berlarian di ujung tanjung kampung sana.Aroma cakalang kuah kuning mengepul di hidungku, jejak anak saloi itu pun hilang satu-satu.Ku berlari menuju ketinggian batu memandang wajahku di atas laut biru dan mendengar ombak berdendang.Terdengar Seorang bapak tua memanggil ku :"Nyong mari do, bantu beta tarik sampan".

Kamis, 10 November 2016

Sketsa di jalan

Langkah kaki ku beku
Kabut gigil dingin tulang
menuju pulang
menatap langit ada bintang
Di peluk erat fajar.
kejahuan siluet seorang ibu tua mendayuh sepeda ontel
menuju pasar.
ia melaju..
ia melaju..
hilang.
walaupun berat sepeda singkong sekarung
kaki dan tangannya kuat erat .
Dan aku termenung di tepi kehidupan yang sekarat melarat.


Kamis, 06 Oktober 2016

Rindu Beta I Kepada kawan di cianjur




















kepada kawan beta ingin berkata
Mantra sunda berkati kaki melangkah
jamahi dinginnya tanah cianjur yang jujur
babad kata-kata di teras rumah penuh lentera
hujan bernyanyi deras
diskusi manusia ingin damai meraja
sebab bara api durhaka kini jarah ladang bersahaja

kawan, angkot merah ada wajah che Guevara
melodi hidup di malam itu bangunkan semesta
kulihat wajah kawan amarah merambah tiada tara
atas mereka yang serakah di atas tanah sunda


oh... cianjur yang jujur..
 rindu beta tak terukur,,

Yogya, 7 oktober 2016.