Jumat, 07 Agustus 2015

Marga (Fam) Dari Kab.Kepulauan Sula


       Berikut marga-marga (Fam) yang tersebar dan beragam dalam edintitas masyarakat Kepulauan Sula:

A: Aupon, Aufat, Aunaka.
B: Banapon, Basahona, Baihi, Bilmona, Buamona, Buamonabot.
C: Capalulu.
D: Drakel, Duwila.
E: Embisa, Esar.
F: Fatgehipon,Faudu,  Fatmona, Fayaupon, Faayai, Fataruba, Fokatea, Fokaaya, Fukweu, Fatcepon.
G: Gailea, Gay, Galela, Gelamona.
H: Haitami, Haimia.
I:  Ipa.
J: Joysangadji, Jainahu, Jawa.
K: Kaunar, Kanaupon,Kharie, Kailul, Kaslub, Kemhay, Kedafota, Koja.
L: Leko, Lek, Lidagatel,Limagap, Lidamona, Leib, Lossen, Lumbessy.
M: Maloko, Masuku, Makian, Mayau, Manaf, Marsaoly.
N: Norau, Naipon.
O: Olong.
P: Panigfat, Pauwah, Pora, Pohe, Papalia.
Q:
R:
S: Sangadji, Sapsuha, Samuda, Saniapon,Soamole, Sanaba, Sibela, Silia, Selpia.
T: Tauda,Tabona,Teapon,Tabaika,Tukaboya, Tuguis, Taohi, Tan,Titdoi, Tidore .
U: Umasangadji, Umasugi, Umamit, Umanailo, Umakaapa, Umahuk, Umaternate, Umafagur, Umarama, Umalekhoa, Umabaihi, Umatui, Umagapi, Umagapi, Umasoa, Umagapi, Umagapit, Umage, Umawaitina, Umacina, Umanahu, Umalekhay, Umaya, Usia, Upara, Umakamea.
V:
W: Wambes, Waibot, Waisale,Wai ola, Weu.
X:
Y: Yakseb, Yoi Oga, Yoisangadji.
Z:


Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan.Silahkan di komentari jika ada koresi dan tambahkan marga yang belum sempat tercantum.Salam... Poa Bai.



Senin, 13 Juli 2015

Malam Ela-Ela







                                                        -Untuk Papa: Ramlan Faudu-

papa,dapatkah kumengeri api ?
yang kau bakar sebelum lebaran nanti.
kenapa negeri menyala ?
di penghujung bulan puasa.

Papa, nyalakan ela-ela itu  sekali lagi
sebelum kau dan seisi rumah ini mati.
titipkan salammu
pada angin yang menuju barat.
biar anakmu hayati apa arti panas/menyala/api.



Kotagede, 13 Juni 2015

Jumat, 10 Juli 2015

Baki-Baki Damoha Baka

Baki-baki Damoha baka
Faneka dahi in bisa Manen pasa mu basa mua.

Baki-Baki Damoha Baka
Mall di kota, itu malapetaka
Bagi negeri yang mau merdeka!
Di pasar mama bataria deng sumpah
Sebab sagu sauntal orang su lupa.

Baki-Baki damoha baka
Tambang deng sawit itu malapetaka
Bagi negeri yang mau merdeka!
Di halmahera togutil bataria merontah-rontah
Sebab investor deng pejabat kase turun eksafator penghancur hutan deng tanah
Padahal hutan deng tanah togutil yang jaga.

Baki-Baki Damoha baka
Katong punya Budaya jang sampe lupa
Kalo ingin negeri ini merdeka!
Lom poa do hoi bikin katong bersatu lia negeri hari ini sampe tutu mata.
Kumpul pela gandong sambil baronggeng
Kuti gambus deng rabana
Kase bahagia katong samua...

Baki-Baki Damoha Baka
waktu politik duk
fa bal pia eb bal bau suba..
sanohi manapau tagal pip gan cahiya

Baki-baki damoha baka
basa-basa kit sanohi gareha
gem lima:koi mana pareha.
Tasala:malomkub kit dad hia.

Id, Yogyakarta 2015

Senin, 29 Juni 2015

Sajak: Gagak Tua

Burung-burung gagak tua pembawa petaka
kapan hatimu merendah di tanah
mendengar rumput yang bergoyang?
Angin lalu membawa gersang yang abadi
Kenapa hatimu tak terketuk ketika badai itu tancapkan belati
Pada tengkorak ayahmu,ibumu,saudaramu dan kelompokmu.

sedangkan kau mengaku kaulah burung gagak tua
di antara yang muda
kenapa kau membuang muka?

 bukannya kau pernah berkata-kata tentang nasehat leluhur
"budi se bahasa, ngaku nagarasai,kabata,
 manatol,walima,malomkub,do lom poa dohoi"
 Jangan sampai luntur, jangan terbawa mora ot doi.
 tapi kenapa kau terbang tinggi sambil berteriak mengajari rumput.
 tak lupa jua kau membusungkan dada,
 palingkan mata, dan menutup telinga.
 padahal rumput yang bergoyang itu yang lebih tau darimu..

kaulah bencana di tengah hangatnya saudara.
ketika suatu saat hujan tiba
kau akan merendah..
makan bangkai busuk
sanak saudara yang mati setelah bencana kau cipta.



Idra, Yogya 29 juni 2015.

Senin, 13 April 2015

Bunga Kata-kata




kata-kata wangi cengkeh menyatu udara 
dari engkau punya lidah jiwa yang jiwa 
pedas nikmat panas nikmat mengisi dada 
merayu ingat laut darat agar kita selamat 

Bawalah bawa wangi-wangi yang luhur 
engkau lahir sebagai cahaya pagi timur 
engkau cengkeh dan pala yang masyhur 
engkau pohon angin yang bernama nyiur 

ini kepulauan kita punya hanya titipan 
dari anak cucu cicit yang 'kan dilahirkan 
ini kepulauan kita punya hanya harapan 
jika tiada kita bisa tuliskan di kertas zaman 


wahai kau yang punya nama Idra 
yang haq tegakkan dengan kata-kata 
yang bathil sadarkan dengan kata-kata 
kita punya tanah bukan untuk tampung derita 



wahai kau yang punya nama Idra 
panjat dan petiklah terus wangi rahasia-rahasia 
pohon-pohon cengkeh yang berbunga kata-kata 
biar aku di bawah bentangkan terpal mewadahinya 



wahai kau yang punya nama Idra 
suara laut adalah suara mama dan papa 
suara laut adalah kasih sayang penuh cinta 
suara laut adalah salam-salam antar pulau kita 


13 April 2015 


M.S.

Kamis, 19 Maret 2015

Menikmati Road To Melanesian Hip-Hop #2

                                              
                                                                
                                                           
                                                                   -Untuk  Angger-


@Tonk Cafe
Kamis, 19 maret 2015

Yo.. Yo.. suara para rapper tinggi di udara, mengajak pengunjung cafe untuk gerakkan tangannya ke atas sambil melambai-lambai mengikuti alunan beat old school.”Nona 12, panas.. Panas” empat orang rapper menyanyikan lagu yang mereka bawakan secara bersamaan.”I like Ganja.. Ganja Legalkan Ganja”, Extrim bro.. Seperti yang punya lagu Extrim Dogs.haha, Salam Hormat!
Malam ini ada Rapper dari maluku seperti  Angger,Fun Dugly,Extrim Dogs, dan Potas Tribe. Ada juga Big Brothers dari papua dan tentunya NTT.

Oke.. oke.. beta sadiki sanang dengan empat penampilan pertama dari acara komunitas hip-hop ini.Beta respeck sama @Tonk Cafe,  ide kreatif mereka kreen, mempersilahkan para Rapper untuk bersatu padu mengapresiasikan karya meraka di ‘Torang’ Cafe.Pastinya beta juga respeck sama semua rapper yang tampil malam ini, “Beta angkat tangan bro”.

Oke lanjut.... pengunjung ikut puts  hands up bersama rapper, seru bro.Kenapa seru?, ini alasannya beta kasih tau e..:khusunya di jogja, sebagian besar Cafe yang berjamur di Kota budaya ini di isi dengan live musik, tapi Hip-Hop ga ada tempatnya bro....! ini alasan beta kenapa di awal beta respeck sama Tonk cafe.Mungkin ada cafe yang lain  mempersilahkan para Rapper untuk monggo berekspresi, paling hanya dua sampai tiga...!Sebagian besar cafe di jogja yang ngisi mahluk melow bro, jadinya yang namanya melow ini sudah jadi hegemoni di jogja.Pada akhirnya orang-orang yang nikamtin lagu2nya ikutan melow.. preet.Haha.. santai!Mainstream pemilik cafe di jogja ini kayaknya harus di “tinju” biar ngerti kalo genre musik itu banyak, salah satunya adalah Hip-Hop.

Sebelum beta tutup tulisan singkat ini, ada beberapa hal yang beta mau bilang.karena hip-hop budaya amerika dan masuk indonesia lewat globalisasi, jadi “Melanesian Hip-Hop” harus kuatkan karakter kalo yang  di atas panggung adalah karya melanesian hip-hop.Biar dunia tau, Hip-hop indonesia bukan saja Jogja Hip-Hop Fandation yang kental sama budaya, tetapi Torang juga bisa bergaya dengan ednititas torang, dunia harus tau itu!.Oke, terakhir dari beta, Salam hormat buat @Tonk Cafe dan Para Rapper Melanesian Hip-Hop.Toma maju!


Salam Hormat Dari Penikmat Hip-Hop!

@Idrafaudu

Jumat, 13 Maret 2015

Sula Tempo Dulu (1899-1900)

                                                             
Peta Kab.Kep.Sula

Sebuah dokumentasi dari buku Soela-eilanden.Buku tersebut adalah kumpulan tulisan dari "Ekspedisi Siboga" yang dilakukan oleh Max Wilhelm Carl Weber (1899-1900).Kini kumpulan foto tua ini dapat di temui pada Websait:COLLECTIE_TROPENMUSEUM.

1899-1900, Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber Vier mannen met lange smalle schilden in de linker- en lansen in de rechterhand. Op de achtergrond de muur van een oud Portugees fort, gelegen even buiten de kampong Sanana op het eiland Sulabesi.

1899-1900, Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber Groepsfoto van de zestien kamponghoofden met de "bezetting" van een voormalig Portugees fort, gelegen even buiten de kampong Sanana. De hoofden zijn gekleed in een "pakeijan rokkie", dat wil zeggen in een witte broek en een Europese zwarte rok.

Foto. Sanana is een eiland in de Molukken in Indonesië. Het is deel van de Sula-groep. . Een groep mannen en kinderen op het strand aan een baai van het eiland Sanana

1899-1900, Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber

1899-1900, Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber Brede straat met inlanders; in het midden waarschijnlijk de posthouder Windhouwer in tropenkleding en met aktentas.


 1899-1900, Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber
Foto. S.S. Van Heemskerk van de Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) voor anker bij Sanana


Foto. Het schip De Mossel op de rede van Sanana, Soela eilanden.
                                                                               

                                            Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber

 1899-1900, Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber Rechts van de posthouder staat Max Weber.
 Sanana, een van de Soela-eilanden in de Ceramzee.

Sumber:http://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Sanana#/media/File:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_ and Wikipedia Map