Senin, 10 Maret 2014

Timnas U 23 Vs Malaysia U-21

            Bersama, iksanul,aji dan ungkai.ST.Maguoharjo,rabu (5/03/14)



Indonesia....! Indonesia...! Indonesia...!

     Suara Suporter bergemuru dalam Stadion Maguoharjo,Sleman.Malam itu Timnas U 23 melawan Timnas Malaysia U 21.Laga yang sangat 'angker' menurut para suporter indonesia, karena tetangga 'bengal' ini telah mengalahkan Timnas kita di berbagagi ajang.Bukan hanya di dalam lapangan para pemain dari kedua negara saling terlibat permainan keras, di luar lapanganpun suporter membuat laga tersebut seperti bertanding dalam 'api neraka'.

    
                                                Bersama Ibrahim Aji
  
   Rizki Pellu, Bayu Gatra, dan Rasyd Bakrie tampil dengan permainan terbaik pada malam itu, alahasil Timnas U 23 berhasil mebekuk Malaysia  U 21 dengan skor telak 3-0.

   Suasana di berbagai tribun menjadi memanas menjelang akhir laga.Aksi pelemparan terhadap pemain Malaysia tak terelakan, mercun dan kembang api menyala seperti petanda malam ini kita akan berpesta, ya berpesta.Kertas berwarna hitam,merah dan putih mulai diangkat dan berbentuk INA, inilah aksi kreativitas dari suporter yang bernama BCS   (Brigata Curva Sud).



Koreo berbentuk "INA"(Indonesia) oleh BCS

   "padamu.. Negeri Kami berbakti, padamu Negeri kami berjanji..." 
 Nyanyian  inilah yang menegringi  berakhirnya laga tersebut..


                
      -"Sesungguhnya suara itu tidak bisa di redam, mulut bisa di  bungkam tapi siapa bisa menghentikan"-
.Wiji Thukul.
          
        
                                    





Sabtu, 08 Februari 2014

Untuk nona di malam itu..


 Mataku tak ingin melihatmu
Karena kita tak akan bertemu lagi
Walaupun  di suasana sendu
Di malam itu...

Mulutku tak bersuara untukmu nona..
Kalo pertemuan itu hanya hiasan mata yang terpesona
Biarkan semuanya hilang termakan dunia

Ya.. aku dan kamu tak akan bertemu
Anggap saja kita berdua ikut di telan dunia..

Kalo kau ingin bertemu kejarlah puisi ini
Apa bila pertemuan itu terbebani
Dan tak bisa buatmu berlairi..
Kejarlah bait-bait ini semampu matamu menerkam mataku di malam itu....


Idra, jumat 31 januari 2014 , yogyakarta

"Di Rumah Itu Ada Api Neraka"


rumah itu ada api neraka..
karna tuan di rumah itu serakah..
melangkah melewati batas dunia
membakar  alam ilahia...

 Siapa berani melalawan api itu, bersamaku
 siapa berani menentang kobaran api serakah di rumah itu bersamaku??
 siapa kuat meludah tuan di rumah itu bersamaku??
 siapa punya nyali musnahkan api itu dengan air dari samudra suci ??
 dan siapa berani kubur api itu kemudian nyalakan api suci di rumah itu??

 apakah kamu?, dia?, atau Kalian??, mari... bersamaku, kita padamkan api neraka itu, dan nyalakan       api surga....




 ID,07/02/14

Kamis, 30 Januari 2014

“Duka Ibu Pertiwi”





    
    Sinabung muntahkan erupsi ...
    Sebagai teguran dari sang maha suci...
    Karena ibu pertiwi dikroyok dosa korupsi...

       
    Nusantara di kepung banjir dan longsor....
    Tanda kesabaran alam mulai kendor..
    Karna ibu pertiwi di jajah mesin eksafator..


   Para korban bencana menagis  terbebani..
   Di istana negara dan di balik gedung-gedung     pemerintahan,
   para pemimpin bersembunyi sambil beronani....
   ibu pertiwipun mulai tak berdaya,
   hanya sepenggal suara yang  ia pesan ke  alam..
   buatlah sesuka hatimu,
   karena di negeri ini sudah tak ada sucinya nurani’’


Idra, jumat 24 januari 2013. Jam 15:52, di yogyakart

*Puisi ini saya bacakan di samudera kata,Puisi indo jogja, edisi "Pray for sinabung".Rabu,29/01/14

Kamis, 23 Januari 2014

“Banjir Refleksi for Torang





Banjir di    bulan januari
Papa deng mama anyor kasana-kamari
Adodo ee... opa deng oma balari-lari
Bacari ana cucu yang air so bawa lari
so tabawa arus, so ta tindis pohon kanari


Manado, Tomohon, deng minahasa so ancor
Dulu bersih sakarang   so jadi kotor
Lantaran banjir deng longsor,
Ade manis so tra ada kasor


Coba torang batanya pa hati yang paling dalam....


Mungkin, tuhan marah karna torang galojo pa alam
Mungkin, tuhan marah kalo manado jadi wisata malam
Mungkin, Tuhan marah di bunaken orang hanya pake calana dalam
Deng, mungkin tuhan marah kalo torang tara baku sapa deng salam


Coba no, torang merenung for tuhan semesta alam.....

   
Idra,  Selasa, 21 januari 2013, di yogyakarta.


*Puisi ini saya baca di acara solidaritas untuk korban banjir di manado, oleh Samudera Kata,@puisiindojgja, Toko buku “Toga Mas”, rabu (22/01/14), di yogyakarta*