Minggu, 14 Agustus 2016

Fota Marata



Ya jou ee….
Ya jou e…
Ganoa do hai sua ik e..
Pia matua bal nona pia-pia
Gi yana hai sua e..
Ya pia matua e….
Negeri sudah bataria tercambuk derita
Mari kita bersatu hati seperti pala deng
Cengkeh..
Mari haga hai do ya fai
Bi nyawa tik bu hai

Fatce, fahahu, fagud do mangon
sejauh mata memandang
debu-debu berhamburan
di atas tikar bekas pesta
para kuasa

Fa suba obakot dad moya,
apfe taamkot dad moya
matalin walima do malomkub
basanohi  gafota
oh.. basonohi gafota



bu kim hama pip dad bal jou
bu kim hama pip dad bal jo
bu kim hama sopi wai bau mata kam harapan
bu kim lal ta baker:”ini pembangunan, la kamong sejaterah”.
Uma aya, uma pia matua gi bongkar
Bu kim lima ta yana pintar  manapanihi do manacakar
Bu kim yai tayana yab hai sua moya

biar katong makan sagu deng air putih, tapi katong bisa badiri sandiri
Tanpa tuan-tuan punya tipu daya deng kata sejaterah
ini saksi katong: seng mau kalah dalam kertas-kertas sejarah!

Masa berbalik, musim bergeser
Parang dibalik sarung akang  putus penjajah pung leher!!


Mai dad bal hia
Koi gi bareha hai sua
Mai geralota

Mai bau awa

Senin, 16 Mei 2016

Tanda Tanya


s.y.umasugi, 9 februari 2015

duri di atas tanah lapang


Pada waktunya ku berlari
melepas kota yang menerkam matahari
dimana debu dan kau
jadi api bakar diri

sekali lagi sudah saatnya ku berlari
menuju mati dan kau ku nanti

 kota hanyalah kisah entah kemana
memangsa kampung dan tanjung di ujung sana
rumah menjulang tinggi
tembok/kaca berhamburan
adalah jurang yang garang
bagi orang ramah perindu jalan pulang

tak ku temui tongkat kayu 
pemasang kehidupan tengah kegelapan
diantara kau dan kota selamanya berpasang

selagi muda..
ingin ku kubur cerita di pulau sana
lepaslah sudah duri  di atas tanah lapang
lepas sudah bara di atas sampan..

dan ku tarik tali sampan
kibarkan layar
memandang biru samudera rasa
angin barat tiba
ku semai cengkeh di ladang
merasa hutan merajut angan
abadi tanpa cerita derita kau dan kota... 

Yogyakarta, 16/april/2016.


Sabtu, 07 Mei 2016

Mama

















Pada senja yang karam
tersipu angin dari timur
mama pasang polo badan

setelah lama beta jauh

doa hangat antarkan rahmat:
mama dalam pelukan beta.

idra/05/2016

Jumat, 06 Mei 2016

Jalan













Maka redup suda matahari
mati dan hidup kenang rasa
jejak langkah sang lelaki

Sabtu, 02 April 2016

Bisu














Dalam bisu yang meraja
Aku ingin berkata pada dosen dan mahasiswa
Petani tak butuh teori di mulut bengis mu itu
Jika analisis bisnis yang menghamba pada sistem kapitalis melulu

Dalam bisu yang terpenjara
Aku ingin berkata banyak petani kehilangan tanah
Buruh tani nasipnya makin sengsara
Dan banyak yang mati di atas ladang tanamannya

Bukan menjadi cerita usang sejarah
Yang di jelaskan kelas kuliah
 berulang-ulang tanpa perlawanan!

Dalam bisu yang membisu
Aku ingin berteriak di setiap telinga
Jika pengetahuan yang di bangun
Mengurung realitas alam dan manusia
Masa depan anak cucu bumi
Tak secerah merah lipstikmu
Dan klimis rambutmu

Dan Dalam Bisu
menusuk ingatan, dunia tak lagi aman dan nyaman
kebenaran tak bisa disamarkan
dalil ilmiah dan obyektif tanpa keberpihakan
harus dihapuskan:jika tidak kampus hanyalah tempat
tukang  kuburan peradaban



Idra, April 2016

Jumat, 26 Februari 2016

Waktu Bulan Pakai Payung












Pada  suatu malam
aku menjemputmu keluar dari rumah tua
bersama dotu-dotu menari ronggeng..

waktu bulan pakai payung
berlarilah kita di tepi pantai
tak tau arah yang dituju
terbuai akan alunan tifa menggema
bersuka bawakan nada suling bambu
memeluk hasrat merdu gambus lalu merapikannya
di bawah sinar bulan beralaskan bintang laut

sesaat di penghujung pulau
kau bersedih menatap
tanjung dan gunung yang terbelah
kau pun merontah
seperti  cakalang dan bia
memberi ratapan
pada laut arafura yang kini hilang mantra


26/02/15