Senin, 13 April 2015

Bunga Kata-kata




kata-kata wangi cengkeh menyatu udara 
dari engkau punya lidah jiwa yang jiwa 
pedas nikmat panas nikmat mengisi dada 
merayu ingat laut darat agar kita selamat 

Bawalah bawa wangi-wangi yang luhur 
engkau lahir sebagai cahaya pagi timur 
engkau cengkeh dan pala yang masyhur 
engkau pohon angin yang bernama nyiur 

ini kepulauan kita punya hanya titipan 
dari anak cucu cicit yang 'kan dilahirkan 
ini kepulauan kita punya hanya harapan 
jika tiada kita bisa tuliskan di kertas zaman 


wahai kau yang punya nama Idra 
yang haq tegakkan dengan kata-kata 
yang bathil sadarkan dengan kata-kata 
kita punya tanah bukan untuk tampung derita 



wahai kau yang punya nama Idra 
panjat dan petiklah terus wangi rahasia-rahasia 
pohon-pohon cengkeh yang berbunga kata-kata 
biar aku di bawah bentangkan terpal mewadahinya 



wahai kau yang punya nama Idra 
suara laut adalah suara mama dan papa 
suara laut adalah kasih sayang penuh cinta 
suara laut adalah salam-salam antar pulau kita 


13 April 2015 


M.S.

Kamis, 19 Maret 2015

Menikmati Road To Melanesian Hip-Hop #2

                                              
                                                                
                                                           
                                                                   -Untuk  Angger-


@Tonk Cafe
Kamis, 19 maret 2015

Yo.. Yo.. suara para rapper tinggi di udara, mengajak pengunjung cafe untuk gerakkan tangannya ke atas sambil melambai-lambai mengikuti alunan beat old school.”Nona 12, panas.. Panas” empat orang rapper menyanyikan lagu yang mereka bawakan secara bersamaan.”I like Ganja.. Ganja Legalkan Ganja”, Extrim bro.. Seperti yang punya lagu Extrim Dogs.haha, Salam Hormat!
Malam ini ada Rapper dari maluku seperti  Angger,Fun Dugly,Extrim Dogs, dan Potas Tribe. Ada juga Big Brothers dari papua dan tentunya NTT.

Oke.. oke.. beta sadiki sanang dengan empat penampilan pertama dari acara komunitas hip-hop ini.Beta respeck sama @Tonk Cafe,  ide kreatif mereka kreen, mempersilahkan para Rapper untuk bersatu padu mengapresiasikan karya meraka di ‘Torang’ Cafe.Pastinya beta juga respeck sama semua rapper yang tampil malam ini, “Beta angkat tangan bro”.

Oke lanjut.... pengunjung ikut puts  hands up bersama rapper, seru bro.Kenapa seru?, ini alasannya beta kasih tau e..:khusunya di jogja, sebagian besar Cafe yang berjamur di Kota budaya ini di isi dengan live musik, tapi Hip-Hop ga ada tempatnya bro....! ini alasan beta kenapa di awal beta respeck sama Tonk cafe.Mungkin ada cafe yang lain  mempersilahkan para Rapper untuk monggo berekspresi, paling hanya dua sampai tiga...!Sebagian besar cafe di jogja yang ngisi mahluk melow bro, jadinya yang namanya melow ini sudah jadi hegemoni di jogja.Pada akhirnya orang-orang yang nikamtin lagu2nya ikutan melow.. preet.Haha.. santai!Mainstream pemilik cafe di jogja ini kayaknya harus di “tinju” biar ngerti kalo genre musik itu banyak, salah satunya adalah Hip-Hop.

Sebelum beta tutup tulisan singkat ini, ada beberapa hal yang beta mau bilang.karena hip-hop budaya amerika dan masuk indonesia lewat globalisasi, jadi “Melanesian Hip-Hop” harus kuatkan karakter kalo yang  di atas panggung adalah karya melanesian hip-hop.Biar dunia tau, Hip-hop indonesia bukan saja Jogja Hip-Hop Fandation yang kental sama budaya, tetapi Torang juga bisa bergaya dengan ednititas torang, dunia harus tau itu!.Oke, terakhir dari beta, Salam hormat buat @Tonk Cafe dan Para Rapper Melanesian Hip-Hop.Toma maju!


Salam Hormat Dari Penikmat Hip-Hop!

@Idrafaudu

Jumat, 13 Maret 2015

Sula Tempo Dulu (1899-1900)

                                                             
Peta Kab.Kep.Sula

Sebuah dokumentasi dari buku Soela-eilanden.Buku tersebut adalah kumpulan tulisan dari "Ekspedisi Siboga" yang dilakukan oleh Max Wilhelm Carl Weber (1899-1900).Kini kumpulan foto tua ini dapat di temui pada Websait:COLLECTIE_TROPENMUSEUM.

1899-1900, Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber Vier mannen met lange smalle schilden in de linker- en lansen in de rechterhand. Op de achtergrond de muur van een oud Portugees fort, gelegen even buiten de kampong Sanana op het eiland Sulabesi.

1899-1900, Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber Groepsfoto van de zestien kamponghoofden met de "bezetting" van een voormalig Portugees fort, gelegen even buiten de kampong Sanana. De hoofden zijn gekleed in een "pakeijan rokkie", dat wil zeggen in een witte broek en een Europese zwarte rok.

Foto. Sanana is een eiland in de Molukken in Indonesië. Het is deel van de Sula-groep. . Een groep mannen en kinderen op het strand aan een baai van het eiland Sanana

1899-1900, Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber

1899-1900, Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber Brede straat met inlanders; in het midden waarschijnlijk de posthouder Windhouwer in tropenkleding en met aktentas.


 1899-1900, Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber
Foto. S.S. Van Heemskerk van de Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) voor anker bij Sanana


Foto. Het schip De Mossel op de rede van Sanana, Soela eilanden.
                                                                               

                                            Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber

 1899-1900, Siboga-expeditie naar Nederlands Oost-Indië, onder leiding van Max Wilhelm Carl Weber Rechts van de posthouder staat Max Weber.
 Sanana, een van de Soela-eilanden in de Ceramzee.

Sumber:http://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Sanana#/media/File:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_ and Wikipedia Map


Kamis, 26 Februari 2015

Pada Akhir Penantian

*Untuk sahabat: Yuli Yois*

kau tiba bawa warna di mata hati
kau tuang raut ceria di segmupal daging yang mekar bahagia..

namun kau hilang untuk bersua
angin rindu sepatah katamu...
 mungkin kau tamu
yang harus ku jamu

tapi selalu pergi tak tinggalkan kata:"kita akan bertemu"

kau  semu
di angan yang tak pernah melihat tubuhmu
di awan hasrat tak menentu
kita tak: satu!

kaulah topeng penghias mimpi
pernah ku kenal kemudian pergi
terhempas di planet ini..


id/2014.

Senin, 23 Februari 2015

Formasy Siap Go Nasional


       

Foto bersama Pengurus Formasy, Alumni, dan Sesepuh


 Forum Mahasiswa Sula Yogayakarta (FORMASY), telah melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) yang ke III. Berlangsung selama dua hari pembukaan pada hari minggu,(15/02) dan selasai pada Senin,(16/02), beretempat di Gedung Pemuda Ambarminangun,Tamantirto,Bantul.Dengan bertemakan “Mempererat Tali Silaturahim Dan Membangun Paradigma Berpikir Yang Berbudaya Manatol Untuk Indonesia”, pada perhelatan kali ini Formasy menyatakan siap go nasional dengan target 15 tahun lagi akan banyak kader formasy yang berkiprah di level nasional.

Dalam acara Mubes ini pula telah dideklarasikan ALMASY (Alumni Mahasiswa Sula Yogyakarta), yang bertujuan membangun ikatan manatol (persatuan) yang berkesinambungan antara mahasiswa sula yang telah selesai berkuliah di yogyakarta di seluruh indonesia guna membangun jaringan yang lebih kuat, terstuktur , dan sistematis yang di harapkan kedepannya menjadi fondasi membangun generasi sula untuk sejajar baik dari taraf intelektual , jaringan , financial dengan kaum bangsawan dan priayi di negeri ini.

Muhammad Ismul Umafagur S.Kom, dalam sambutannya sebagai Ketua Formasy De
misioner dan salah satu pendiri Formasy serta penggagas Almasy,ia menegaskan bahwa sudah lama generasi sula tidak berkiprah pada level nasional,”perlu di catatat, terakhir pemuda sula berkiprah di nasional adalah ketika salah satu tokoh sula yaitu, Ismail Digul bersama Muhammad Hatta di buang ke Boven Digul,Papua.Kemudian beberapa pemuda sula melahirakan singosari Argeement di Malang.Setelah itu, generasi sula tidak ada lagi yang mampu menembus level nasional.Oleh karena itu Formasy dan Almasy menjadi wadah yang menciptakan kader-kader sula baru yang mampu bersaiang di level nasional”.Tegasnya, Senin,(16/02).Sama halnya dengan sambutan Hasrul Buamona, SH.MH, yang juga merupakan salah satu pendiri Formasy dan Almasy, Hasrul menambahkan bahwa sejarah heroik nenek moyang masyarakat sula jangan hanya di jadikan sebagai sejarah akan tetapi harus menjadi penyemangat untuk berjuang.”Sejarah salahakang sula di masa lalu, jangan di masukan di dalam Saku celana, tapi simpanlah di dalam dada dan hati untuk di jadikan semangat”, tegasnya.

Hadir pula Sesepuh sekaligus Dewan Penasehat Formasy, Islamail Umamit SP, dan Amate Fokatea Spd.Dihadiri pula oleh Ikatan Mahasiswa Kie Raha Yogyakarta.Setelah melewati berbagai pembahasan dalam Musyawarah Besar, maka di hasilkan kepengerusan Formasy yang baru periode 2015-2015, Supriadi Umasangadji selaku Ketua Umum, Muhammad Idra Faudu sebagai Sekretaris Jendral,  Siti Hartina Umafagur, Bendahara I dan Iin Rahmayanti Soamole Bendahara II.

Muh.Idra Faudu-Formasy


Kamis, 15 Januari 2015

Lihatlah terlanjur sesat!!

_Afista Ahmadiyati_

Masihkah kau tegak berdiri??
Berdiri dengan gagah berani..
Membawa seonggok harapan yg tak pasti..
Membawa secuil kenangan pahit dijaman Yahudi..
Masihkah kau tegak berdiri??
Berdiri dengn gagah berani..
Melintasi dunia dan panggung sandiwara ini..
Yang sudah tak perduli terhadapmu lagi..
Namun satu hal yang pasti..
Kau adalah pemeran utama bukan pemeran penggati.

14/01/15.*hadiah*

Sabtu, 06 Desember 2014

Sajak Merindu



 Larut telah dingin
daur gelap membawa hening
menusuk di hati ku
yang kau taburi rindu

ah.. seduh keluh selalu
jika wajahmu merayu
ku sambut itu rindu
dan lama terpaku
sebab hati ini telah jadi babu di setiap bayang mu

mana kau tau
semua baur rindu/wajahmu
merayu ku selalu

dan kau tak pernah tau
jika derai wajah mu
yang hanyutkan puisi ini di sungai hayal
semesta tak menentu..

ah.. kau tak pernah tau
sebab kita terlampau jauh
di antara waktu yang tak pernah bersatu
sebab:rindu ini batu!
yang akan jadi hantu di matamu!

*Untuk SYU*. id/des/2014